Narasiindo.com, Batam – Di tengah proses pemulihan listrik sekaligus sebagai wujud kepedulian, PT PLN Batam siapkan kompensasi bagi masyarakat.
Selain memastikan pemulihan pasokan listrik ke semua sektor, PLN Batam juga berkomitmen untuk memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan.
Bagaimana tidak, Batam sempat lumpuh selama lebih dari 12 jam, dan mengakibatkan seluruh aktivitas menjadi lumpuh total, akibat tak ada listrik.
Sekretaris PLN Batam, Rudi Antono dalam keterangan resminya mengatakan bahwa, kini pihaknya tak hanya fokus pada perbaikan secara teknis, melainkan mengupayakan hak warga Batam yang merupakan pelanggan tetap PLN.
“Meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat. Selain memastikan pemulihan pasokan listrik, PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan,” terang Rudi kepada Redaksi Naraiindo.com pada Selasa, (13/10/26).
Ia menyebut, apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Rudi mengatakan, kompensasi tersebut akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan.
“Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10% dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017. Sementara itu, bagi pelanggan layanan keandalan, kompensasi diberikan sebesar 15% hingga 25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai dengan jenis layanan keandalan yang diperjanjikan,” jelas dia.
Dalam kesempatan ini, pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Dia juga mengapresiasi dukungan masyarakat atas proses yang tengah dijalankan oleh pihaknya, demi mengoptimalkan kembali daya listrik.
“PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” ucapnya.
Selanjutnya kata dia, hingga kini pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi.
“Seluruh proses dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan,” pungkasnya.
“Kompensasi bisa menggantikan angka pada tagihan, tetapi hanya keandalan yang mengganti rasa percaya di hati pelanggam”_NarasiIndo




