Narasiindo.com, Sumba Timur (NTT) – Hampir menyeluruh se-Indonesia, kini wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), tepat di Kabupaten Sumba Timur juga turut diselumuti kabut asap yang tebal, Senin (19/10/26).
Kondisi ini mulai tampak beberapa hari terakhir ini. Kabut asap yang mulai menyelumi wilayah ini terasa lebih dekat di pagi tadi, hingga mengganggu aktivitas Warga setempat, karena jarak pandang yang tak lagi seperti biasanyanya.
Dari pantauan Tim Redaksi Media ini sejak pagi tadi, sekira pukul 06.00 WITA, kabut berwarna kekuningan pekat tampak menyelimuti Kota Waingapu dan beberapa Kecamatan sekitar seperti; Kambera, Pandawai, Kanatang, dan Umalulu.
Warga mengeluh terkait jarak pandang di jalan raya yang nyaris tertutupi kabut asap hanya sekitar 30-50 meter. Seperti yang dikeluhkan oleh warga Desa Wanga, Sumba Timur.
Mengeluh mata mulai terasa perih karena terkena kabut asap tersebut, sejumlah pengendara motor terpaksa menyalakan lampu saat berangkat kerja.
Seperti salah satu Karyawan PT MSM yang mengaku cukup terdampak kabut asap pagi tadi hingga dirinya harus mengurangi kecepatan saat berkendara.
“Saya mau antar Ponakan ke sekolah jadi takut, asapnya tebal dan bau juga. Mata ini sampai terasa perih. Saat berangkat kerja tadi pagi itu nyaris tidak terlihat jalan raya,” ujar sosok yang akrab disapa Umbu.
Warga menduga, kabut asap tersebut merupakan kiriman dari Papua. Meski belum dipastikan kiriman asap itu berasal dari mana, namun kondisi ini tengah menjadi keresahan di tengah warga.
“Kita belum tahu pasti ini kabut dari mana datangnya. Tapi kami menduga, ini kiriman dari Papua. Dari manapun itu, ini tentu sangat berbahaya untuk Kesehatan Masyarakat. Di PT saja kita menghirup udara yang kotor,” ucap Umbu.
Hingga kini, kabut asap belum sepenuhnya. Warga berharap, kondisi ini segera berakhir agar aktivitas kembali normal.
“Ini bukan hanya mengganggu aktivitas kita, tapi lebih utama bahaya buat kesehatan kita. Sehingga, kita berharap kondisi segera pulih,” harapnya.