Batam jadi Kota Mati, Sekretaris PLN Batam Sebut Monyet sebagai Pemicu

  • Bagikan
Penampakan Batam mendadak menjadi Kota mati dan diselimuti kabut tebal, hanya menyisakan lampu kendaraan yang menerangi dari tiap sudut | dok.ArsipNarasiIndo

 

Narasiindo.com, Batam – Batam mendadak menjadi Kota mati hingga menimbulkan kelumpuhan di berbagai sektor dan menjadi keresahan di tengah masyarakat.

Selama belasan jam masyarakat Batam merintih dan mengeluh di tengah gelap gulita yang menyelimuti, sembari berdoa dan mengharapkan listrik kembali normal.

Batam Blockout hingga muncul berbagai spekulasi miring. Menyusul pula berbagai pertanyaan ditengah gelapnya bumi Batam; apa penyebab pasti? mengapa ini harus terjadi? siapakah yang pantas bertanggungjawab atas peristiwa menyedihkan ini?

Ali-ali mendapatkan jawaban pasti? Publik justru dibuat bingung dengan adanya informasi yang menerangkan bahwa, Batam Blockout karena dipicuh oleh Hewan liar yaitu monyet yang masuk ke area Gardu Sungai Harapan, Sekupang, Kota Batam.

Saat Tim media ini mengonfirmasi, Sekretaris PLN Batam, Rudi Antono tak menyebutkan berapa ekor monyet yang masuk ke area tersebut, namun kata dia, masuknya hewan liar tersebut diduga menjadi pemicu korslet listrik besar-besaran.

“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar (monyet) ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan kerusakan hingga berdampak pada sistem kelistrikan,” jelas Rudi.

Sejauh ini pihaknya masih memerlukan waktu yang cukup untuk mengoptimalkan kembali daya listrik.

“Secara teknis, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang kemaren tidak beroperasi karena gangguan pada gardu induk, maka  proses persiapan co-firing pada PLTU Tanjung Kasam memerlukan waktu sebelum kembali beroperasi secara optimal untuk bisa menghasilkan daya listrik,” jelasnya.

Sementara, agar kebutuhan daya listrik bagi masyarakat tetap terpenuhi, Rudi menyebut pihaknya mengatur pasokan listrik secara bergilir. Untuk itu, pihaknya juga berharap masyarakat tetap sabar dengan proses ini.

Rudi juga mengajak seluruh Warga Batam agar sejenak mendoakan setiap upaya yang tengah dilakukan oleh pihaknya ini demi listrik kembali normal.

“Sehingga dengan belum beroperasinya PLTU, PLN Batam melakukan pengaturan pasokan listrik secara bergilir di sebagian wilayah Kota Batam. Untuk informasi bergiliran untuk hari ini, adapun untuk selanjutnya melihat system pembangkit listrik. Mohon doanya agar pulih cepat,” ujarnya.

Seluruh proses ini merupakan wujud langkah sekaligus upaya untuk mengoptimalkan kembali daya listrik di Batam. Untuk itu pihaknya berharap, agar masyarakat tetap sabar mengikuti tahapan ini.

Selanjutnya, informasi yang beredar di tengah khalayak mengenai pemadaman listrik dilakukan selama tiga hari berturut-turut, terhitung Senin kemarin adalah Hoax (tak benar).

“Tidak benar,” tegas Rudi melalui pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp.

PLN Batam: Tidak Benar (Hoax)

Warga Batam diminta agar lebih dahulu menyaring setiap informasi yang diterima, sebelum dikonsumsi ataupun disebarkan lagi ke media sosial.

 

Refleksi:

“Gelap Mengajarkan Kesabaran dan Kepedulian terhadap Sesama. Teruslah Wujudkan Rasa Simpati Meski di Tengah Kegelapan. Karena Gelap Pasti Berlalu, Diganti Terang yang Membawa Pemulihan”

  • Bagikan